Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 Maret 2014

Saleh Dido - Muslim Terakhir Afrika Tengah Yang Dibantai Milisi Kristen

Saleh Dido - Muslim Terakhir Afrika Tengah Yang Dibantai Milisi Kristen
Saleh Dido - Muslim Terakhir Afrika Tengah Yang Dibantai Milisi Kristen | Gho Blog's - Pria muslim ini bukan warga biasa. Saleh Dido adalah wakil wali kota Mbaiki, Afrika Tengah. Ia juga menjadi muslim terakhir yang hidup di kota itu, setelah banyak muslim dibantai oleh milisi Kristen dan muslim lainnya mengungsi untuk menyelamatkan diri.

Dikutip Dakwatuna dari Rassd, saat presiden Afrika Tengah Catherine Samba-Panza dan menteri pertahanan Perancis Jean-Yves Odrian mengunjungi Dido. Saat itu walikota Mbaiki menegaskan dan berjanji akan memberikan perlindungan kepada Dido.

“Kami akan berusaha melindungi Saleh Dido, karena dia saudara kami,” kata Wali kota Mbaiki Raymond Mongbanda.

Saleh Dido bersikeras tetap tinggal di Mbaiki, karena pemerintah Afrika Tengah dan Perancis berusaha untuk menjadikan kota ini sebagai percontohan dalam kerukunan dan rekonsiliasi antar umat beragama. Sebelumnya, dalam rentang waktu 4 hingga 12 Februari, ribuan warga Muslim telah pergi meninggalkan kota untuk mengungsi di tempat lain.

“Aku dilahirkan di sini. Aku lahirkan anak-anakku di sini. Aku adalah anggota dalam pemerintah kota, dan nasionalis. Mengapa aku harus mengungsi?” kata Dido saat diajak kerabatnya untuk turut mengungsi.

Rupanya, muslim terakhir di kota Mbaiki ini telah diincar. Menurut investigasi Amnesti Internasional, orang-orang tak dikenal datang ke tempat tinggal Dido. Ia sempat melarikan diri untuk mencari perlindungan ke sebuah kantor polisi. Namun di tengah jalan, sekelompok milisi Kristen menghadang dan menyembelihnya (Sumber)


Minggu, 02 Maret 2014

10 Dosa Penutup Pintu Rejeki

10 Dosa Penutup Pintu Rejeki
10 Dosa Penutup Pintu Rejeki | Gho Blog's - Setiap dosa yang kita perbuat cenderung mengakibatkan kehidupan kita menjadi tertutup dari kasih sayang Allah.

Jika posting sebelumnya membahas tentang 7 Hal Yang Dapat Membuka Pintu Rejeki dan 7 Bacaan Doa Pembuka Pintu Rejeki, demi penyempurna usaha kita untuk meraih rejeki dari Allah kita juga harus terhidar dari 10 macam perbuatan dosa berikut yang dapat menutup dan menghalangi rejeki dalam kehidupan kita.

Kesalahan-kesalahan yang kita buat baik terhadap Allah maupun terhadap manusia membuat kita terperangkap dalam lautan kesusahan.

Ada 10 dosa besar yang mesti kita periksa dan kita hindari, yang kemungkinan inilah penyebab utama dari setiap permasalahan yang kita alami ..
  1. Syirik ..
  2. Melalaikan Shalat ..
  3. Durhaka sama orang tua ..
  4. Zina ..
  5. Rizki/harta haram ..
  6. Judi, Narkoba, Minum khamr ..
  7. Memutuskan silaturahim ..
  8. Bakhil/Pelit sedekahnya ..
  9. Segala Penyakit hati : bohong, fitnah, serakah, menuduh orang baik2 berzina, riya', sombong, angkuh, dll..
  10. Ghibbah (ngomongin orang)

Ini dulu yang kita perbaiki. Supaya rejeki kita, hajat kita terbuka, permasalahan-permasalahan berat yang kita alami ditutup Allah, dan doa kita senantiasa dikabulkan Allah. Subhanallah ....

Memang sih, dosa itu banyak. Tapi 10 dosa besar inilah yang sering kita temui di dalam kehidupan kita, yang seyogyanya adalah penyebab utama dari dosa-dosa lainnya .. Seperti membunuh, mencuri, dll.

Sekian posting kami yang berjudul 10 Dosa Penutup Pintu Rejeki. Semoga Allah mengampuni kita, dan melindungi kita dari godaan syetan yang terkutuk. Aamiin ... [Ust Yusuf Mansur]


Sabtu, 01 Maret 2014

Kisah Tahajud Seorang Pengangguran

Kisah Tahajud Seorang Pengangguran
Kisah Tahajud Seorang Pengangguran | Gho Blog's - Banyak orang bergembira selepas lulus kuliah. Namun tidak demikian halnya dengan Faiz yang tampak sedih. Rupanya, karena ia telah mulai memahami bahwa kini terbentang masalah besar di hadapannya, salah satunya adalah kenyataan dirinya belum mendapatkan pekerjaan alias pengangguran.

Untuk menutup kepanikan, setiap ada yang bertanya telah bekerja di mana, akan dijawabnya "sedang transisi". Yang dimaksudnya sebagai transisi ialah proses mencari pekerjaan. Suatu hari, tak terduga olehnya bila di sebuah pameran buku, ia berjumpa dengan kakak kelasnya di sekolah menengah. Mereka berjumpa di sebuah acara talkshow tentang mukjizat sedekah, yang sekaligus launching buku tersebut.

Kepada kakak kelasnya itu, layaknya seorang adik, Faiz bercerita tentang kondisinya yang masih menganggur, dan sejauh mencari kerja ia belum juga mendapatkannya.

Sekian lamaran kerja sudah dikirimkannya, sebagian tak jelas nasibnya, sebagian dibalas dengan surat penolakan. Dasar sama-sama alumni sekolah agama, kakak kelasnya itu hanya berujar pendek, "Cobalah engkau tahajud". Faiz protes, ia ingin mendapatkan solusi yang rasional dan konkrit, bukan ceramah.

Kakak kelasnya menimpali, "Engkau coba tahajud dulu, sambil jalan kita pikirkan apa yang bisa dilakukan. Jelasnya kita perlu yakin kepada diri sendiri untuk dapat mulai melakukan sesuatu".

Meski kurang puas dengan jawaban kakak kelasnya, karena tidak sesuai dengan harapannya. Faiz tetap merenungkan saran itu sepanjang jalan pulang. Mulailah ia, dengan sedikit dongkol, mendirikan tahajud di tengah malam.

Ini merupakan sesuatu yang aneh bagi dirinya. Maklum, logikanya belum dapat menangkap apa yang diinginkan kakak kelasnya tersebut. Bagaimana mungkin, seorang pengangguran sepertiku, yang sedang membutuhkan pekerjaan, justru disarankan mendirikan tahajud?

Dalam tahajud hari pertama, Faiz belum mendapatkan apa-apa karena tidak mengerti apa yang harus diperbuatnya. Ia masih berpikir tentang kesulitan yang dialaminya dan nasihat kakak kelasnya untuk tahajud.

Namun Maha Besar Allah dengan segala firman-Nya, hari demi hari, Faiz terheran-heran dengan kondisi dirinya. Ia tampak lebih tenang, tidak lagi panik seperti saat fresh graduate.

Di tengah tahajud ia kerap merenungkan perjalanan hidupnya, bagaimana dirinya telah mendapatkan banyak karunia dan rezeki dari Allah, termasuk lulus kuliah sementara banyak orang tak mampu meneruskan studi ke jenjang yang lebih tinggi, dan yang kuliah pun banyak yang putus di tengah jalan. Atas rasa syukur itu Faiz menjadi lebih tenang menapaki masa depan yang terbentang di hadapannya.

Dengan bekal ketenangan hati itulah, Faiz coba mengontak lagi kakak kelasnya yang sempat ditemuinya di lokasi pameran. “Kebetulan kamu cepat mengontak, ada temanku yang butuh tenaga untuk mengisi pos marketing perusahaannya, “Apakah engkau mau?”.

Faiz terdiam dengan tawaran itu. Ia sadar diri, karena ia bukan orang yang tepat untuk posisi itu. Melihat Faiz tak juga menyahut, kaka kelasnya menyambung, “Apakah kamu tidak suka?, ya kita cari alternatif, saranku nggak usah pilih-pilih kerja, apalgi nunggu jadi PNS, atau kerja kantor, kerja itu yang penting halalan thayibah”, ujar kakak kelasnya.

Faiz masih berpikir, kakak kelasnya mengirim SMS : “Besok main ke rumahku saja. Kamu bantu-bantu di LSM temanku saja, karena besok sore dia akan kerumahku. Tapi, kamu tahu sendiri bagaimana cara kerja LSM kan? Kalau mau datang ya!”

Karena belum mendapat kejelasan hendak bekerja di mana. Faiz datang ke rumah kakak kelasnya, dan dipertemukan dengan teman kakak kelasnya itu. Faiz ditawari menjadi relawan pasca gempa. Setelah menimbang-nimbang, Faiz merasa pekerjaan yang ditawarkan itu tidak terlalu berat.

Ia hanya diminta untuk mendampingi anak-anak korban gempa, seperti melalui kegiatan pengajian dan bermain bersama. Dan Alhamdulillah, meskipun sebenarnya pekerjaan itu terlihat sepele, ia mendapatkan honor yang lebih dari cukup.

Ternyata selama ini, LSM tersebut sudah lama mencari relawan yang bisa mendampingi korban gempa melalui sarana keagamaan, seperti pengajian anak-anak. Itulah sebabnya mereka tak ragu untuk memberikan honor yang cukup besar kepada Faiz. Faiz sendiri heran dengan apa yang dialaminya. Subhanallah, inikah hidayah yang engkau kirimkan kepadaku lewat tahajud?, renung Faiz di sela tahajudnya.

"Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu". [QS. Ath-Thalaaq 65:2-3] - (Ust Yusuf Mansur)

7 Hal Pembuka Pintu Rejeki

7 Hal Pembuka Pintu Rejeki
7 Hal Pembuka Pintu Rejeki | Gho Blog's - Rezeki dalam Islam merupakan hal yang ghaib,seperti jodoh dan kematian,maka ada cara-cara untuk menjemput dan menggapainya. Di bawah ini adalah tujuh cara di antaranya membuka pintu rezeki secara islami,dan tidak melanggar aturan-aturan Allah.

Jika posting terdahulu kami pernah menyajikan 7 Bacaan Doa Pembuka Pintu Rejeki. Kali ini kami lengkapi dengan 7 Hal Pembuka Pintu Rejeki. Adapun hal-hal tersebut adalah sebagai berikut :
  1. Bersyukur. Ini adalah kunci pertama dan utama membuka rezeki,karena Allah berjanji dalam Alqur’an akan menambahkan nikmat kepada hambanya yang pandai bersyukur. Bersyukur disini adalah bersyukur dari apa saja yang Allah berikan kepada kita, baik itu terlihat baik oleh kita maupun tidak. Karena bisa jadi, baik menurut kita belum tentu baik menurut Allah SWT. Oleh sebab itu maka kita harus selalu mensyukuri apapun yang Allah karuniakan kepada kita,begitu banyaknya nikmat Allah yang kita tak pandai dalam mensyukurinya. Mulailah bersyukur untuk membuka pintu rezeki.

  2. Shalat dhuha. Salat ini adalah shalat pembuka rizki, dilakukan pada siang hari, pada saat matahari sepenggalan naik. Jumlah raka’atnya dari dua saapai dua belas raka’at. Dalam do’a shalat ini terkandung permintaan tentang rezeki yang sangat luas, baik rezeki yang dari langit, dari bumi, dari laut, dari sedikit meminta agar dibanyakkan ,dari sulit meminta untuk dimudahkan. Jika dilakukan sesering mungkin, nsyaAllah shalat ini akan membuka pintu rezeki, bahkan dari arah yang tidak kita sangka-sangka

  3. Birrul waliddain (patuh kepada kedua orang tua). Hal yang satu ini tidak harus diragukan lagi, karena ridha Allah tergantung ridha dari orang tua. patuh kepada keduanya merupakan jalan yang tidak bisa disangsikan lagi untuk membuka pintu rezeki.

  4. Menikah. Ini juga salah satu cara untuk membuka pintu rezeki, karena dalam menikah ada keberkahan ,ada setengah kesempurnaan agama setiap manusia. Jika setengahnya lagi dilakukan dengan taqwa kepada Allah, tidak mustahil dan sudah barang tentu hal ini akan membuka pintu rezeki yang seluas-luasnya. Ketika dalam pernikahan diberikan keturunan, seorang perempuan akan menjadi seorang ibu, yang do’anya terkabulkan tidak terbantahkan. Do’anya ajaib,dan do’anya akan menembus langit tanpa ada yang menghalangi. Dan jika seorang suami dan istrinya berdo’a, apalagi di pertengahan malam, maka Allah pun berfirman, “Dia malu tidak mengabulkan doa pasangan suami istri tersebut,atas dasar inilah menikah mampu membuka pintu rezeki,maka yang belum menikah, menikahlah.

  5. Membaca Istigfar. Melazimkan istigfar dalam jumlah yang banyak dan terus menerus, selain akan menghapuskan dosa-dosa kecil, juga akan membuka pintu rezeki. Karena dosa jugalah yang menghambat dan mempersempit rezeki. Dengan berdos,a seseorang akan jauh dari keberkahan Allah, sehingga rezeki akan sulit datang. Namun dengan istigfar, perlahan-lahan dosa akan terhapuskan dan insyaAllah dapat membuka dan memperlancar rezeki. maka perbanyaklah membaca istigfar.

  6. Membaca shalawat. Keistimewaan membaca shalawat salah satunya adalah dapat membuka pintu rezeki, karena kemuliaan baginda nabi Muhammad SAW. Maka dengan membacanya, akan membawa keberkahan dalam hidup. Perintah membaca shalawat ini tertuang dalam Al-Quran dan Hadis, sehingga tidak disangsikan lagi khasiat dari membaca shalawat ini.

  7. Sedekah. Sedekah merupakan kunci yang paling ampuh untuk membuka pintu rezeki. Ada istilah yang mengatakan, jika ingin dapat rezeki dadakan, maka sedekahnya harus dadakan. Jika ingin dapat senyuman, harus sedekah senyuman, jika ingin dapat uang banyak sedekahnya harus memakai uang dan juga banyak. Allah akan melipatgandakan pahala sedekah ini, dari sepuluh menjadi beratus-ratus kali lipat, dan ini sudah banyak terbukti. Selengkapnya bisa dilihat pada posting kami yang berjudul Inilah Investasi Gaib Yang Akan Membuat Anda Menjadi Kaya.

Itulah tujuh cara untuk membuka dan memperlancar pintu rezeki. Selamat memperaktikkan, semua tergantung dan kembali kepada diri kita masing-masing. Jika kita bisa memperaktikkannya dalam kehidupan kita sehari-hari, insyaAllah dengan izin Allah SWT, rezeki kita akan dibukakan, dilancarkan dan dimudahkan. Allahu A’lam. [MKYDMI]

Senin, 13 Januari 2014

5 Peristiwa Ajaib yang Mengiringi Kelahiran Nabi Muhammad SAW

5 Peristiwa Ajaib yang Mengiringi Kelahiran Nabi Muhammad SAW
5 Peristiwa Ajaib yang Mengiringi Kelahiran Nabi Muhammad SAW | Gho Blog's - Kelahiran Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam merupakan anugerah besar. Sebab, kelak 40 tahun kemudian, beliau diutus menjadi Rasulullah yang bukan hanya menyelamatkan Jazirah Arab dari kejahiliyahan, tetapi juga menerangi seluruh dunia dengan Dinul Islam.

Tanda-tanda bahwa beliau adalah pilihan Allah telah tampak sejak beliau lahir. Sedikitnya, ada 5 peristiwa ajaib yang mengiringi kelahiran Sang Nabi ini:

1. Penghancuran Pasukan Gajah
Tahun kelahiran Rasulullah dikenal sebagai Tahun Gajah. Sebab, 50 hari menjelang beliau dilahirkan terjadi persitiwa ajaib. Ka’bah diselamatkan Allah dari serbuan pasukan gajah.

Adalah Abrahah Ash Shabbah Al Habsi, gubernur Yaman, membangun gereja sangat besar di Shan’a. Ia berharap orang-orang Arab yang biasa berhaji ke Makkah akan mengalihkan perhatiannya ke sana. Nyatanya, gereja itu tidak mengusik daya tarik ka’bah.

Abrahah semakin marah ketika ada seseorang dari Bani Kinanah yang melumuri pusat kiblat gereja dengan kotoran. Ia pun kemudian menghimpun enam puluh ribu pasukan. Sebagai kendaraan, ia memilih gajah yang paling besar. Pun sebagian pasukannya mengendarai gajah sehingga dikenal sebagai pasukan gajah.

Setibanya di Wadi Muhasshir, antara Muzdalifah dan Mina, tiba-tiba gajahnya menderum. Tak mau bangkit mendekati arah Ka’bah. Jika diarahkan ke arah lain, gajah itu mau berjalan. Tetapi jika dicoba kembali diarahkan ke Ka’bah, gajah itu menderum lagi. Dalam kondisi demikian, Allah mengirimkan burung-burung Ababil yang menjatuhkan batu-batu panas menghancurkan mereka. Maka, selamatlah ka’bah. Dan tahun itu pun disebut sebagai tahun gajah.

2. Keluarnya Cahaya saat Rasulullah Dilahirkan
Seluruh ulama sepakat bahwa Rasulullah dilahirkan pada hari Senin bulan Rabi’ul Awal tahun Gajah. Namun mengenai tanggal berapa ada perbedaan pendapat. Mayoritas ulama berpendapat tanggal 12 Rabi’ul Awal. Sedangkan sebagian ulama termasuk Syaikh Shafiyurrahman Al Mubarakfury berpendapat tanggal 9 Rabi’ul Awal.

Pada hari kelahiran Rasulullah terjadi sejumlah peristiwa ajaib. Diantaranya adalah keluarnya cahaya dari jalan kelahiran Rasulullah hingga menyinari istana-istana di Syam.

“Setelah bayiku keluar, aku melihat ada cahaya yang keluar dari rahimku, menyinari istana-istana di Syam,” kata ibunda Rasulullah, Aminah, seperti diriwayatkan Ibnu Sa’d dan dinukil Syaikh Shafiyurrahman Al Mubarakfury.

Menurut penulis Sirah Nabawiyah Rahiqul Makhtum ini, Imam Ahmad juga meriwayatkan dari Al Arbadh bin Sariyah yang isinya serupa dengan perkataan tersebut.

3. Runtuhnya 10 Balkon Istana Kisra

4. Padamnya Api yang Biasa Disembah Orang-orang Majusi

5. Runtuhnya beberapa Gereja di Sekitar Buhairah

Peristiwa ke-3 hingga ke-5 ini diriwayatkan oleh Al Baihaqi. “Sekalipun tidak diakui oleh Muhammad Al Ghazali,” kata Al Mubarakfury. Muhammad Al Ghazali adalah ulama Mesir penulis kitab Fiqhus Sirah.

Wallahu a’lam bish shawab. [Abu Nida]

Maraji’ :
1. Sirah Nabawiyah Rahiqul Makhtum karya Syaikh Shafiyurrahman Al Mubarakfury
2. Sejarah Lengkap Rasulullah karya Syaikh Muhammad Ali Ash Shalabi [Sumber]

Al-Khazini Pencetus Teori Gravitasi Sejak Abad 12 Masehi

Al-Khazini Pencetus Teori Gravitasi Sejak Abad 12 Masehi
Al-Khazini Pencetus Teori Gravitasi Sejak Abad 12 Masehi | Gho Blog's - Nama lengkapnya Abu Fal Abdu ar-Rahman atau Abu Mansur Abdu ar-Rahman atau Abu abdu ar-Rahman Mansur al-Khazini. Beliau diperkirakan berasal dari Bizantium atau Yunani dan wafat pada abad kedua belas Masehi. Al-Khazini adalah seorang astronom, atau lebih khusus lagi, seorang meteorolog yang juga menjadi dokter ternama yang hidup di awal abad kedua belas di Paris dan sering dijuluki sebagai “fisikawan terbesar sepanjang sejarah”.

Para sejarawan sains menempatkan ilmuwan kelahiran Bizantium itu dalam posisi yang sangat terhormat. Betapa tidak, ilmuwan muslim yang berjaya di abad kedua belas itu telah memberi kontribusi yang sangat besar bagi perkembangan sains modern, terutama dalam ilmu fisika dan astronomi. Al-Khazini merupakan seorang saintis muslim serba-bisa yang menguasai astronomi, fisika, biologi, kimia, matematika serta filsafat. Teori keseimbangan hidrostatis yang dicetuskannya juga telah mendorong penemuan beragam peralatan ilmiah.

Salah satu kontribusi penting yang diwariskan al-Khazini dalam bidang astronomi adalah Tabel Sinjaric. Tabel itu dituliskannya dalam sebuah risalah astronomi bertajuk az-Zij as-Sanjari. Dalam manuskrip itu, dia menjelaskan jam air yang dibagi menjadi 24 jam dan didesain untuk penelitian astronomi. Jam ini adalah salah satu jam astronomi pertama yang dikenal di dunia Islam kala itu.

Kontribusi penting lainnya yang diwariskan al-Khazini dalam bidang fisika adalah kitab Mizan al-Hikmah atau Balance of Wisdom. Buku yang ditulisnya pada tahun 1121 M itu mengungkapkan bagian penting dari fisika Islam. Dalam buku itu, al-Khazini menjelaskan secara mendetail pemikiran dan teori yang diciptakannya tentang keseimbangan hidrostatika, konstruksi dan kegunaan, serta teori statika atau ilmu keseimbangan dan hidrostatika.

Ini merupakan sebuah karya mendasar tentang keseimbangan hidrostatik yang corak ragamnya diklasifikasikan menurut jumlah angka skala. Sebuah edisi buku ini terbit di Hyderabad pada tahun 1359 H/1940 M. Buku itu terdiri dari delapan buah makalah yang terbagi dalam beberapa bab dan pasal dan juga memuat teorema-teorema yang diperoleh dari karya-karya Euclides, Archimedes dan Menelaus. Buku ini merupakan kelanjutan dari karya Tsabit bin Qurrah yang berjudul Mizan ar-Rumi atau Timbangan Romawi.

Al-Khazini dan Al-Biruni merupakan dua ilmuwan muslim yang pertama kali mengembangkan metode ilmiah dalam bidang ilmu keseimbangan atau statika dan dinamika. Metode itu dikembangkan untuk menentukan berat yang didasarkan pada teori keseimbangan dan berat. Al-Khazini dan ilmuwan pendahulunya berhasil menyatukan ilmu statika dan dinamika ke dalam sebuah ilmu baru bernama mekanika. Selain itu, mereka juga menggabungkan ilmu hidrostatika dengan dinamika sehingga melahirkan ilmu baru bernama hidrodinamika. Mereka pulalah yang menerapkan teori rasio matematika dan teknik infinitesimal serta memperkenalkan aljabar dan teknik penghitungan ke dalam statika.

Lebih hebatnya lagi, al-Khazini dan ilmuwan muslim lainnya juga merupakan orang-orang yang pertama kali mengeneralisasikan teori pusat gravitasi dan mereka adalah yang pertama kali menerapkannya ke dalam benda tiga dimensi. Dalam bukunya itu, al-Khazini juga memaparkan suatu teori tentang gravitasi serta tabel-tabel kerapatan sejumlah besar zat cair dan zat padat. Al-Khazini juga mempunyai gagasan mengenai pengaruh temperatur terhadap kerapatan, dan tabel-tabel berat spesifik umumnya tersusun dengan cermat. Sebelum Roger Bacon menemukan dan membuktikan suatu hipotesis tentang kerapatan air saat ia berada dekat pusat bumi, al-Khazini telah terlebih dahulu mendalami hal tersebut.

Al-Khazini pun telah banyak melakukan observasi mengenai kapilaritas dan menggunakan areometer untuk meneliti kerapatan dan hal-hal yang berkenaan dengan temperatur zat-zat cair, teori tentang tuas (pengungkit) serta penggunaan neraca untuk bangunan-bangunan dan untuk pengukuran waktu. Para ilmuwan muslim, salah satunya al-Khazini, telah terlebih dahulu menemukan teori tentang daya gravitasi yang kemudian berkembang di Eropa. Mereka benar-benar berjasa besar dalam meletakkan fondasi bagi pengembangan mekanika klasik di era Renaisans Eropa.

Tidak cukup sampai di sini, al-Khazini juga berhasil menciptakan sejumlah peralatan penting untuk digunakan dalam penelitian dan pengembangan astronomi. Ia berhasil menemukan sekitar tujuh peralatan ilmiah yang terbilang sangat penting. Ketujuh peralatan temuannya itu dituliskannya dalam Risala fi’l-alat atau Manuskrip tentang Peralatan. Ketujuh alat yang diciptakannya itu adalah triquetrum, dioptra, peralatan segi tiga, kwadran, sektan, astrolab serta sebuah peralatan asli tentang refleksi. Selain berjasa mengembangkan ilmu fisika dan astonomi, al-Khazini juga turut membesarkan ilmu kimia dan biologi. Secara khusus, dia menulis tentang topik evolusi dalam ilmu kimia dan biologi. Dia membandingkan antara transmutasi unsur dengan transmutasi spesies. [MKYDMI]

Rabu, 08 Januari 2014

Ribuan Malaikat Mendo'akan Orang Yang Di Caci Maki

Ribuan Malaikat Mendo'akan Orang Yang Di Caci Maki
Ribuan Malaikat Mendo'akan Orang Yang Di Caci Maki | Gho Blog's - Suatu hari, Rasulullah SAW bertamu ke rumah Abu Bakar Ash-Shidiq. Ketika bercengkrama dengan Rasulullah, tiba-tiba datang seorang Arab Badui menemui Abu Bakar dan langsung mencela Abu Bakar. Makian, kata-kata kotor keluar dari mulut orang itu. Namun, Abu Bakar tidak menghiraukannya. Ia melanjutkan perbincangan dengan Rasulullah. Melihat hal ini, Rasulullah tersenyum.

Kemudian, orang Arab Badui itu kembali memaki Abu Bakar. Kali ini, makian dan hinaannya lebih kasar. Namun, dengan keimanan yang kokoh serta kesabarannya, Abu Bakar tetap membiarkan orang tersebut. Rasulullah kembali memberikan senyum....

Semakin marahlah orang Arab Badui tersebut. Untuk ketiga kalinya, ia mencerca Abu Bakar dengan makian yang lebih menyakitkan. Kali ini, selaku manusia biasa yang memiliki hawa nafsu, Abu Bakar tidak dapat menahan amarahnya. Dibalasnya makian orang Arab Badui tersebut dengan makian pula. Terjadilah perang mulut. Seketika itu, Rasulullah beranjak dari tempat duduknya. Ia meninggalkan Abu Bakar tanpa mengucapkan salam.

Melihat hal ini, selaku tuan rumah, Abu Bakar tersadar dan menjadi bingung. Dikejarnya Rasulullah yang sudah sampai halaman rumah. Kemudian Abu Bakar berkata, "Wahai Rasulullah, janganlah Anda biarkan aku dalam kebingungan yang sangat. Jika aku berbuat kesalahan, jelaskan kesalahanku!"

Rasulullah menjawab, "Sewaktu ada seorang Arab Badui datang dengan membawa kemarahan serta fitnahan lalu mencelamu, kulihat tenang, diam dan engkau tidak membalas, aku bangga melihat engkau orang yang kuat mengahadapi tantangan, menghadapi fitnah, kuat menghadapi cacian, dan aku tersenyum karena ribuan malaikat di sekelilingmu mendoakan dan memohonkan ampun kepadamu, kepada Allah SWT."

Begitu pun yang kedua kali, ketika ia mencelamu dan engkau tetap membiarkannya, maka para malaikat semakin bertambah banyak jumlahnya. Oleh sebab itu, aku tersenyum. Namun, ketika kali ketiga ia mencelamu dan engkau menanggapinya, dan engkau membalasnya, maka seluruh malaikat pergi meninggalkanmu.

Hadirlah iblis di sisimu. Oleh karena itu, aku tidak ingin berdekatan dengan kamu aku tidak ingin berdekatan dengannya, dan aku tidak memberikan salam kepadanya.

Setelah itu menangislah abu bakar ketika diberitahu tentang rahasia kesabaran bahwa itu adalah kemuliaan yang terselubung. [FP : Ust Yusuf Mansur]

Senin, 17 Juni 2013

Bulan Yang Dinantikan

Bulan Yang Dinantikan
Bulan Yang Dinantikan - “Wahai orang-orang yang beriman telah diwajibkan atas kalian puasa sebagaimana diwajibkan kepada orang-orang sebelum kalian, mudah-mudahan kalian bertakwa” (QS. Al-Baqarah: 183)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Islam adalah kamu bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, kamu mendirikan sholat, menunaikan zakat, berpuasa Ramadhan, dan kamu menunaikan ibadah haji ke Baitullah jika kamu mampu mengadakan perjalanan ke sana” (HR. Muslim)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah berlalu” (HR. Bukhari dan Muslim)


Ayat dan hadits-hadits di atas menunjukkan kepada kita bahwa amalan puasa Ramadhan adalah ibadah yang sangat utama. Ia termasuk rukun Islam dan juga amalan yang akan menjadi sebab terhapusnya dosa-dosa. Puasa juga merupakan amalan untuk mendidik pribadi yang bertakwa. Pribadi yang mengedepankan firman Allah dan sabda Rasul-Nya di atas akal pikiran, hawa nafsu, dan perasaannya.



Bulan Yang Dinantikan Umat Islam
Kaum muslimin yang dirahmati Allah, bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat dinantikan umat Islam di berbagai penjuru dunia. Bulan yang menjadi simbol ketakwaan dan kancah untuk berlomba-lomba dalam kebaikan. Bulan yang diistimewakan dengan ibadah puasa; menahan lapar dan dahaga demi menggapai cinta dan ridha-Nya.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
“Bulan Ramadhan itu, bulan yang diturunkan padanya al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia, penjelas dari hidayah, dan pembeda [antara kebenaran dan kebatilan]. Maka barangsiapa diantara kalian yang menyaksikan bulan itu hendaklah berpuasa” (QS. Al-Baqarah: 185)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila telah datang Ramadhan dibukalah pintu-pintu surga, dikunci pintu-pintu neraka, dan dibelenggu setan-setan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Pada bulan Ramadhan inilah bersemi berbagai ketaatan dan ibadah. Membaca al-Qur’an, bersedekah, sholat berjama’ah, sholat malam, memberi makan bagi kaum muslimin yang berpuasa, mendengarkan nasihat dan ceramah agama, dan berbagai amal utama yang lainnya. Sungguh, saat yang ditunggu-tunggu oleh insan beriman.

Di bulan inilah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan teladan kepada kita untuk menjadi semakin bertambah dermawan. Ibnu ‘Abbas radhiyallahu’anhuma berkata, “Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam manusia yang paling dermawan. Dan beliau menjadi lebih dermawan daripada biasanya pada saat Ramadhan; yaitu ketika Jibril bertemu dengannya…” (HR. Bukhari dan Muslim)


Bulan Pengendalian Diri
Di bulan inilah umat Islam digembleng untuk lebih bisa mengendalikan diri. Tidak berkata dan berbuat kecuali yang diridhai Allah ta’ala. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang tidak meninggalkan ucapan dusta dan beramal dengannya maka Allah tidak butuh dia meninggalkan makanan dan minumannya” (HR. Bukhari)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga menuntunkan, “Apabila kalian sedang menjalani puasa maka janganlah dia berkata-kata kotor dan berteriak-teriak. Kalau ada orang yang mencaci atau mengajak berkelahi hendaklah dikatakan kepadanya, “Aku sedang puasa”” (HR. Bukhari dan Muslim)

Memang, menjaga lisan adalah amalan yang tidak bisa disepelekan. Sebab ia menjadi tanda kelurusan iman seorang hamba. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia berkata-kata baik atau diam” (HR. Bukhari dan Muslim)

Allah subhanahu wa ta’ala bahkan memerintahkan untuk bertakwa dan mengucapkan perkataan yang lurus kepada orang-orang beriman, agar dengan sebab itu Allah mengampuni dosa dan memperbaiki amal-amal hamba. Allah ta’ala berfirman :

“Wahai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang lurus/benar, niscaya Allah akan memperbaiki bagi kalian amal-amal kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian. Barangsiapa yang taat kepada Allah dan Rasul-nya sungguh dia telah mendapatkan keberuntungan yang sangat besar” (QS. Al-Ahzab: 70-71)


Bulan Keikhlasan
Bulan Ramadhan mendidik kita untuk beramal ikhlas karena-Nya, bukan karena mencari pujian manusia atau karena mengejar keuntungan dunia. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya setiap amalan itu dinilai dengan niatnya. Dan setiap orang akan dibalas berdasarkan apa yang dia niatkan” (HR. Bukhari dan Muslim)

Keikhlasan inilah yang menjadi syarat utama diterimanya amalan. Di samping amalan itu harus mengikuti tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Allah ta’ala berfirman :

“Maka barangsiapa yang mengharapkan perjumpaan dengan Rabbnya, hendaklah dia melakukan amal salih dan tidak mempersekutukan dalam beribadah kepada Rabbnya dengan sesuatu apapun” (QS. Al-Kahfi: 110)

Keikhlasan inilah yang menjadi kunci keselamatan dan kebahagiaan. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :

“Sungguh telah diwahyukan kepadamu dan kepada orang-orang [nabi] sebelum kami; Jika kamu berbuat syirik niscaya lenyaplah seluruh amalmu dan benar-benar kamu akan tergolong orang-orang yang merugi” (QS. Az-Zumar: 65)

Tanpa keikhlasan, ibadah sebanyak apapun tidak ada artinya. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :

“Dan Kami hadapkan segala amal yang dahulu pernah mereka perbuat lalu Kami jadikan ia bagaikan debu yang beterbangan” (QS. Al-Furqan: 23)


Bulan Kesabaran
Bulan Ramadhan menempa pribadi muslim dan muslimah untuk tabah dan sabar dalam menjalani agamanya. Sabar dalam ketaatan. Sabar dalam menjauhi kemaksiatan. Sabar dalam menghadapi rasa lapar dan dahaga, sabar menahan perut yang keroncongan, sabar menunggu datangnya waktu berbuka, sabar menahan lisan dari ucapan tak berguna, sabar dalam menundukkan pandangan, dan sabar untuk menjaga hati dari pikiran-pikiran yang bukan-bukan. Inilah bulan untuk menempa kesabaran. Yang dengan kesabaran itulah orang beriman akan dimasukkan ke dalam surga yang penuh dengan kenikmatan.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, beramal salih, saling menasihati dalam kebenaran, dan saling menasihati untuk menetapi kesabaran” (QS. Al-’Ashr: 1-3)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Orang yang berpuasa itu akan mendapatkan dua kegembiraan. Kegembiraan ketika berbuka [berhari raya] dan kegembiraan ketika berjumpa dengan Rabbnya” (HR. Muslim)


Bulan Al-Qur’an
Di bulan Ramadhan ini pula, kaum muslimin memperbanyak bacaan dan tadabbur al-Qur’an. Dengan mengikuti ajaran al-Qur’an itulah umat akan selamat dari kesesatan di dunia dan kecelakaan di akhirat. Allah ta’ala berfirman :

“Maka barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku niscaya dia tidak akan sesat dan tidak akan celaka” (QS. Thaha: 123)

Ibnu ‘Abbas radhiyallahu’anhuma berkata mengomentari ayat ini, “Allah menjamin bagi siapa saja yang membaca al-Qur’an dan mengamalkan apa yang ada di dalamnya bahwa dia tidak akan tersesat di dunia dan tidak celaka di akhirat.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari al-Qur’an dan mengajarkannya” (HR. Bukhari)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh Allah akan mengangkat derjat sebagian kaum dengan Kitab ini dan akan merendahkan sebagian yang lain dengan Kitab ini pula” (HR. Muslim)


Bulan Nasihat 
Di bulan Ramadhan ini pula kita lihat kaum muslimin sangat bersemangat menyimak nasihat, tausiyah, ceramah agama, dan arahan-arahan untuk memupuk amal kebaikan. Ini tentu saja menjadi suatu hal yang amat menggembirakan. Tatkala manusia sadar bahwa kehidupan yang mereka lalui membutuhkan petunjuk dan bimbingan dari Rabb alam semesta; melalui lisan para ulama dan da’i yang menerangkan al-Kitab dan Sunnah Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Agama ini adalah nasihat” Para sahabat bertanya, “Untuk siapa wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Untuk Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin kaum muslimin dan juga rakyatnya” (HR. Muslim)

Di bulan inilah kaum muslimin kembali belajar tentang syari’at dan petunjuk Rabbnya. Sebuah amalan yang akan melapangkan jalan mereka menuju surga dan ampunan-Nya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang menempuh suatu jalan dalam rangka mencari ilmu [agama] maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga” (HR. Muslim)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun menegaskan tentang keutamaan menimba ilmu dan menyimak nasihat ini, “Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya maka Allah akan pahamkan dalam urusan agama” (HR. Bukhari dan Muslim)


Bulan Dakwah ila Allah
Di bulan Ramadhan ini pula kita bisa melihat para da’i dan muballigh begitu bersemangat menyebarkan nasihat dan berbagi pengetahuan kepada umat. Hal ini tentu saja merupakan bagian dari perwujudan firman Allah subhanahu wa ta’ala :

“Katakanlah: Inilah jalanku, aku dan orang-orang yang mengikutiku, mengajak [kalian] kepada [agama] Allah di atas bashirah/ilmu” (QS. Yusuf: 108)

Allah ta’ala juga berfirman :

“Dan siapakah yang lebih baik ucapannya daripada  orang yang mengajak kepada [agama] Allah dan beramal salih, dan dia berkata; Sesungguhnya aku termasuk golongan orang-orang yang pasrah” (QS. Fushshilat: 33)

Inilah saatnya bagi para da’i untuk merajut amal salih dan menebarkan ajaran-ajaran Islam kepada segenap khalayak. Agar mereka bisa tergolong pengikut nabi dan orang yang dicintai Allah. Allah ta’ala berfirman :

“Katakanlah: Jika kalian mengaku mencintai Allah maka ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian” (QS. Ali ‘Imran: 31)


Bulan Dzikir dan Taubat
Di bulan Ramadhan ini pula, kaum muslimin mengobarkan semangat untuk membasahi lisan mereka dengan dzikir-dzikir sebagaimana yang dituntunkan oleh Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam; dzikir di waktu pagi dan petang, dzikir sebelum memasuki masjid, dzikir keluar dari masjid, dzikir setelah sholat, dan dzikir-dzikir syar’i lainnya. Inilah kesempatan emas bagi kita untuk memperberat timbangan amal salih, dengan amal-amal yang ringan di lisan namun berat di dalam timbangan dan dicintai oleh ar-Rahman.

Di samping itu, di bulan Ramadhan umat Islam disadarkan untuk kembali taat dan menjauhi maksiat, untuk bertaubat dan beristighfar dari dosa dan kesalahan. Agar amal ibadah puasa yang dijalankannya semakin sempurna di sisi Rabbnya. Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu berkata, “Seorang mukmin melihat dosa-dosanya seperti sedang berdiri di bawah sebuah gunung; yang dia khawatir gunung itu akan hancur menimpanya. Adapun seorang fajir/ahli maksiat akan melihat dosanya seperti lalat; dia akan mengusirnya seperti ini -yaitu cukup dengan menggerakkan jari tangan di depan hidungnya-” (HR. Bukhari)

Semoga Allah menjadikan Ramadhan kita menyemaikan benih-benih pahala, mencabut akar-akar dosa, mempertebal tawakal dan kesabaran, mengokohkan pondasi tauhid dan keimanan, memperkuat ketakwaan dan muraqabah, mendorong kepada amal salih, dan membendung keburukan berupa hawa nafsu maupun kerancuan pemikiran. Kepada Allah jua kita berharap; semoga kita bisa berjumpa dengan bulan yang mulia dan penuh barokah itu, sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Mengabulkan doa. [muslim.or.id]




Kamis, 06 Juni 2013

Isra' Mi'raj Dan Hukum Merayakannya

Isra' Mi'raj Dan Hukum Merayakannya
Isra' Mi'raj Dan Hukum Merayakannya | Gho Blog's - Peristiwa Isra’ Mi’raj adalah salah satu peristiwa yang agung dalam perjalanan hidup Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebagian orang meyakini kisah yang menakjubkan ini terjadi pada Bulan Rajab. Benarkah demikian? Bagaimanakah cerita kisah ini? Kapan sebenarnya  terjadinya kisah ini? Bagaimana pula hukum merayakan perayaan Isra’ Mi’raj...? Simak  pembahasannya dalam tulisan yang ringkas ini.

Isra' secara bahasa berasal dari kata 'saro' bermakna perjalanan di malam hari. Adapun secara istilah, Isra` adalah perjalanan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersama Jibril dari Mekkah ke Baitul Maqdis (Palestina), berdasarkan firman Allah :

"Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha" (QS Al Isra’:1)

Mi'raj secara bahasa adalah suatu alat yang dipakai untuk naik. Adapun secara istilah, Mi’raj bermakna tangga khusus yang digunakan oleh  Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk naik dari bumi menuju ke atas langit, berdasarkan firman Allah dalam surat An Najm ayat 1-18.


Kapan Terjadinya Isra' Mi'raj...?
Sebagian orang meyakini bahwa peristiwa ini terjadi pada tanggal 27 Rajab. Padahal, para ulama ahli sejarah berbeda pendapat tentang tanggal kejadian kisah ini. Ada beberapa perbedaan pendapat mengenai penetapan waktu terjadinya Isra’ Mi’raj , yaitu :
  1. Peristiwa tersebut terjadi pada tahun tatkala Allah memuliakan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan nubuwah (kenabian). Ini adalah pendapat Imam Ath Thabari rahimahullah.
  2. Perisitiwa tersebut terjadi lima tahun setelah diutus sebagai rasul. Ini adalah pendapat yang dirajihkan oleh Imam An Nawawi dan Al Qurthubi rahimahumallah.
  3. Peristiwa tersebut terjadi pada malam tanggal dua puluh tujuh Bulan Rajab tahun kesepuluh kenabian. Ini adalah pendapat Al Allamah Al Manshurfuri rahimahullah.
  4. Ada yang berpendapat, peristiwa tersebut terjadi enam bulan sebelum hijrah, atau pada bulan Muharram tahun ketiga belas setelah kenabian.
  5. Ada yang berpendapat, peristiwa tersebut terjadi setahun dua bulan sebelum hijrah, tepatnya pada bulan Muharram tahun ketiga belas setelah kenabian.
  6. Ada yang berpendapat, peristiwa tersebut terjadi setahun sebelum hijrah, atau pada bulan Rabi’ul Awwal tahun ketiga belas setelah kenabian.
Syaikh Shafiyurrahman Al Mubarakfuri hafidzahullah menjelaskan : “Tiga pendapat pertama tertolak. Alasannya karena Khadijah radhiyallahu ‘anha meninggal dunia pada bulan Ramadhan tahun kesepuluh setelah kenabian, sementara ketika beliau meninggal belum ada kewajiban shalat lima waktu. Juga tidak ada perbedaan pendapat bahwa diwajibkannya shalat lima waktu adalah pada saat peristiwa Isra’ Mi’raj. Sedangakan tiga pendapat lainnya, aku  tidak mengetahui mana yang lebih rajih. Namun jika dilihat dari kandungan surat Al Isra’ menunjukkan bahwa peristiwa Isra’ Mi’raj terjadi pada masa-masa akhir sebelum hijrah.”

Dapat kita simpulkan dari penjelasan di atas bahwa Isra` dan Mi’raj tidak diketahui secara pasti pada kapan waktu terjadinya. Ini menunjukkan bahwa mengetahui kapan waktu terjadinya Isra’ Mi’raj bukanlah suatu hal yang penting. Lagipula, tidak terdapat  sedikitpun faedah keagamaan dengan mengetahuinya. Seandainya ada faidahnya maka pasti Allah akan menjelaskannya kepada kita. Maka memastikan kejadian Isra’ Mi’raj terjadi pada Bulan Rajab adalah suatu kekeliruan. Wallahu ‘alam..


Sikap Seorang Muslim Terhadap Kisah Isra’ Mi’raj
Berita-berita yang datang dalam kisah Isra’ Miraj seperti sampainya beliau ke Baitul Maqdis, kemudian berjumpa dengan para nabi dan shalat mengimami mereka, serta berita-berita lain yang terdapat dalam hadits- hadits yang shahih merupakan perkara ghaib. Sikap ahlussunnah wal jama’ah terhadap kisah-kisah seperti ini harus mencakup kaedah berikut :
  1. Menerima berita tersebut.
  2. Mengimani tentang kebenaran berita tersebut.
  3. Tidak menolak berita tersebut atau mengubah berita tersebut sesuai dengan kenyataannya.
Kewajiban kita adalah beriman sesuai dengan berita yang datang terhadap seluruh perkara-perkara ghaib yang Allah Ta’ala kabarkan kepada kita atau dikabarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Hendaknya kita meneladani sifat para sahabt radhiyallahu ‘anhum terhadap berita dari Allah dan rasul-Nya. Dikisahkan dalam sebuah riwayat bahwa setelah peristiwa Isra’ Mi’raj, orang-orang musyrikin datang menemui Abu Bakar As Shiddiq radhiyallahu ‘anhu.  Mereka mengatakan : “Lihatlah apa yang telah diucapkan temanmu (yakni Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam)!” Abu Bakar berkata : “Apa yang beliau ucapkan?”. Orang-orang musyrik berkata : “Dia menyangka bahwasanya dia telah pergi ke Baitul Maqdis dan kemudian dinaikkan ke langit, dan peristiwa tersebut hanya berlangsung satu malam”. Abu Bakar berkata : “Jika memang beliau yang mengucapkan, maka sungguh berita tersebut benar sesuai yang beliau ucapkan karena sesungguhnya beliau adalah orang yang jujur”. Orang-orang musyrik kembali bertanya: “Mengapa demikian?”. Abu Bakar menjawab: “Aku membenarkan seandainya berita tersebut lebih dari yang kalian kabarkan. Aku membenarkan berita langit yang turun kepada beliau, bagaimana mungkin aku tidak membenarkan beliau tentang perjalanan ke Baitul Maqdis ini?” (Hadits diriwayakan oleh Imam Hakim dalam Al Mustadrak 4407 dari ‘Aisyah radhiyallahu’anha).

Perhatikan bagaimana sikap Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu terhadap berita yang datang dari Nabi shallallahu ‘alaihi  wa sallam. Beliau langsung membenarkan dan mempercayai berita tersebut. Beliau tidak banyak bertanya, meskipun peristiwa tersebut mustahil dilakukan dengan teknologi pada saat itu. Demikianlah seharusnya sikap seorang muslim terhadap setiap berita yang shahih dari Allah dan rasul-Nya.


Hikmah Terjadinya Isra'
Apakah hikmah terjadinya Isra`, kenapa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak Mi’raj langsung dari Mekkah padahal hal tersebut memungkinkan? Para ulama menyebutkan ada beberapa hikmah terjadinya peristiwa  Isra`, yaitu:
  1. Perjalanan  Isra’ di bumi dari Mekkah ke Baitul Maqdis lebih memperkuat hujjah bagi orang-orang musyrik. Jika beliau langsung Mi’raj ke langit,  seandainya ditanya oleh orang-orang musyrik maka beliau tidak mempunyai alasan yang memperkuat kisah perjalanan yang beliau alami.  Oleh karena itu ketika orang-orang musyrik datang dan bertanya kepada beliau, beliau menceritakan tentang kafilah yang beliau temui selama perjalanan Isra’. Tatkala kafilah tersebut pulang dan orang-orang musyrik bertanya kepada mereka, orang-orang musyrik baru mengetahui benarlah apa yang disampaikan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
  2. Untuk menampakkan hubungan antara Mekkah dan Baitul Maqdis yang keduanya merupakan kiblat kaum muslimin. Tidaklah pengikut para nabi menghadapkan wajah mereka untuk beribadah keculali ke Baitul Maqdis dan Makkah Al Mukarramah. Sekaligus ini menujukkan keutamaan beliau melihat kedua kiblat dalam satu malam.
  3. Untuk menampakkan keutamaan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dibandingkan para nabi yang lainnya. Beliau berjumpa dengan mereka di Baitul Maqdis lalu beliau shalat mengimami mereka.

Hukum Mengadakan Perayaan Isra' Mi'raj
Bagaimana hukum mengadakan perayaan Isra’ Mi’raj? Berdasarkan dari penjelasan di atas, nampak jelas bagi kita bahwa perayaan Isra` Mi’raj tidak boleh dikerjakan, bahkan merupakan perkara bid’ah, karena dua alasan :
  1. Malam Isra` Mi’raj tidak diketahui secara pasti kapan terjadinya. Banyaknya perselisihan di kalangan para ulama, bahkan para sahabat dalam penentuan kapan terjadinya Isra` dan Mi’raj, merupakan dalil yang sangat jelas menunjukkan bahwa mereka tidaklah menaruh perhatian yang besar tentang waktu terjadinya. Jika waktu terjadinya saja tidak disepakati, bagaimana mungkin bisa dilakukan perayaan Isra’ Mi’raj?
  2. Dari sisi syari’at, perayaan ini juga tidak memiliki landasan. Seandainya perayaan tersebut adalah bagian dari syariat Allah, maka pasti akan dikerjakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya, atau minimal beliau sampaikan kepada ummatnya. Seandainya beliau dan para sahabat  mengerjakannya atau menyampaikannya, maka ajaran tersebut akan sampai kepada kita.
Jadi, tatkala tidak ada sedikitpun dalil tentang hal tersebut,  maka perayaan Isra’ Mi’raj  bukan bagian dari ajaran Islam. Jika dia bukan bagian dari agama Islam, maka tidak boleh bagi kita untuk beribadah dan bertaqarrub kepada Allah Ta’ala dengan perbuatan tersebut. Bahkan merayakannya termasuk perbuatan bid’ah yang tercela.

Berikut di antara  fatwa ulama dalam masalah ini. Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rahimahullah pernah ditanya : ”Pertanyaan ini tentang perayaan malam Isra’ Mi’raj yang terjadi di Sudan. Kami merayakan malam Isra’ Mi’raj rutin setiap tahun,  Apakah perayaan tersebut memiliki sumber dari Al Qur’an dan As Sunnah atau pernah terjadi di masa Khulafaur Rasyidin atau pada zaman tabi’in? Berilah petunjuk kepadaku karena saya bingung dalam masalah ini. Terimakasih atas jawaban Anda.”

Jawaban Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah : “Perayaan seperti itu tidak memiliki dasar dari Al Qur’an dan As Sunnah dan tidak pula pada zaman Khulafaur Rasyidin . Petunjuk yang ada dalam Al Qur’an  dan sunnah rasul-Nya justru menolak perbuatn bid’ah tersebut karena Allah Ta’ala mengingkari orang-orang  yang menjadikan syariat bagi mereka selain syariat Allah termasuk perbuatan syirik, sebagaimana firman Allah :

"Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah?" ( QS Asy Syuura : 21)

Dan juga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

"Barangsiapa yang melakukan suatu amalan yang tidak ada perintahnya dari Allah dan rasul-Nya maka amalan tersebut tertolak ".

Perayaan malam Isra’ Mi’raj bukan merupakan perintah Allah dan rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memperingatkan ummatnya dalam setiap khutbah Jum’at melalui sabda beliau :

"Amma ba’du. Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah firman Allah  dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sejelek-jelek perkara adalah perkara baru dalam agama, dan setiap bid’ah adalah sesat."

[Sumber : http://muslim.or.id]

Sekian posting kami yang berjudul Isra' Mi'raj Dan Hukum Merayakannya. Semoga paparan ringkas ini dapat menambah ilmu dan wawsan kita, serta dapat menambah keimanan kita. Wa shallallahu ‘alaa Nabiyyina Muhammad...



Jumat, 22 Maret 2013

Inilah Puisi Yang Ditulis BJ Habibie Untuk Mendiang Istrinya Ainun

Inilah Puisi Yang Ditulis BJ Habibie Untuk Mendiang Istrinya Ainun
Inilah Puisi Yang Ditulis BJ Habibie Untuk Mendiang Istrinya Ainun | Gho Blog's - Siapa di Indonesia ini yang tidak kenal dengan sosok mantan presiden RI yang ke-3 dan ahli di bidang penerbangan (Aerodesign) ini. B.J. Habibie menikah dengan Hasri Ainun Besari pada tanggal 12 Mei 1962, dan dikaruniai dua orang putra, yaitu Ilham Akbar dan Thareq Kemal.

Setelah mendiang istrinya wafat, BJ Habibie menulis buku yang mengisahkan perjalanan hidupnya bersama Ainun yang kemudian diangkat menjadi sebuah film layar lebar yang disutradarai oleh Faozan Rizal dengan judul yang sama dengan judul buku nya, "Habibie Dan Ainun.



(---------------oo0O0oo---------------)

Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu ...

Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya ...

Dan kematian adalah sesuatu yang pasti ...

Dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu ...

Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat ...

Adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi ...

Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang ...

Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang ...

Pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada ...

Aku bukan hendak mengeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau di sini ...

Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang ...

tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik ...

Mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua, tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini ...

Selamat jalan ...

Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya ...

Kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada ...

Selamat jalan sayang ...

Cahaya mataku, penyejuk jiwaku ...

Selamat jalan ...

Calon bidadari surgaku ...

(---------------oo0O0oo---------------)


Sekian posting kami yang berjudul Inilah Puisi Yang Ditulis BJ Habibie Untuk Mendiang Istrinya Ainun. Semoga amal dan ibadah Ainun diterima disisi Tuhan Yang Maha Esa.


Rabu, 06 Februari 2013

8 x 3 = 23...?

Kisah Inspiratif dari Confucius
8 x 3 = 23...? | Gho Blog's - Yan Hui adalah murid kesayangan Confusius yang suka belajar, sifatnya baik. Pada suatu hari ketika Yan Hui sedang bertugas, dia melihat satu toko kain sedang dikerumunin banyak orang. Dia mendekat dan mendapati pembeli dan penjual kain sedang berdebat.

Pembeli berteriak: "3x8=23, kenapa kamu bilang 24?"

Yan Hui mendekati pembeli kain dan berkata: "Sobat, 3x8=24, tidak usah diperdebatkan lagi".

Pembeli kain tidak senang lalu menunjuk hidung Yan Hui dan berkata: "Siapa minta pendapatmu? Kalaupun mau minta pendapat mesti minta ke Confusius. Benar atau salah Confusius yang berhak mengatakan".

Yan Hui: "Baik, jika Confusius bilang kamu salah, bagaimana?"

Pembeli kain: "Kalau Confusius bilang saya salah, kepalaku aku potong untukmu. Kalau kamu yang salah, bagaimana?"

Yan Hui: "Kalau saya yang salah, jabatanku untukmu".

Keduanya sepakat untuk bertaruh, lalu pergi mencari Confusius. Setelah Confusius tahu duduk persoalannya, Confusius berkata kepada Yan Hui sambil tertawa: "3x8=23. Yan Hui, kamu kalah. Kasihkan jabatanmu kepada dia."

Selama ini Yan Hui tidak pernah berdebat dengan gurunya. Ketika mendengar Confusius bilang dia salah, diturunkannya topinya lalu dia berikan kepada pembeli kain. Orang itu mengambil topi Yan Hui dan berlalu dengan puas.

Walaupun Yan Hui menerima penilaian Confusius tapi hatinya tidak sependapat. Dia merasa Confusius sudah tua dan pikun sehingga dia tidak mau lagi belajar darinya. Yan Hui minta cuti dengan alasan urusan keluarga. Confusius tahu isi hati Yan Hui dan memberi cuti padanya. Sebelum berangkat, Yan Hui pamitan dan Confusius memintanya cepat kembali setelah urusannya selesai, dan memberi Yan Hui dua nasehat : "Bila hujan lebat, janganlah berteduh di bawah pohon. Dan jangan membunuh."

Yan Hui bilang baiklah lalu berangkat pulang.

Di dalam perjalanan tiba2 angin kencang disertai petir, kelihatannya sudah mau turun hujan lebat. Yan Hui ingin berlindung di bawah pohon tapi tiba2 ingat nasehat Confusius dan dalam hati berpikir untuk menuruti kata gurunya sekali lagi. Dia meninggalkan pohon itu. Belum lama dia pergi, petir menyambar dan pohon itu hancur. Yan Hui terkejut, nasehat gurunya yang pertama sudah terbukti.

Apakah saya akan membunuh orang? Yan Hui tiba dirumahnya sudah larut malam dan tidak ingin mengganggu tidur istrinya. Dia menggunakan pedangnya untuk membuka kamarnya. Sesampai didepan ranjang, dia meraba dan mendapati ada seorang di sisi kiri ranjang dan seorang lagi di sisi kanan. Dia sangat marah, dan mau menghunus pedangnya. Pada saat mau menghujamkan pedangnya, dia ingat lagi nasehat Confusius, jangan membunuh. Dia lalu menyalakan lilin dan ternyata yang tidur disamping istrinya adalah adik istrinya.

Pada keesokan harinya, Yan Hui kembali ke Confusius, berlutut dan berkata: "Guru, bagaimana guru tahu apa yang akan terjadi?"

Confusius berkata: "Kemarin hari sangatlah panas, diperkirakan akan turun hujan petir, makanya guru mengingatkanmu untuk tidak berlindung dibawah pohon. Kamu kemarin pergi dengan amarah dan membawa pedang, maka guru mengingatkanmu agar jangan membunuh".

Yan Hui berkata: "Guru, perkiraanmu hebat sekali, murid sangatlah kagum."

Confusius bilang: "Aku tahu kamu minta cuti bukanlah karena urusan keluarga. Kamu tidak ingin belajar lagi dariku. Cobalah kamu pikir. Kemarin guru bilang 3x8=23 adalah benar, kamu kalah dan kehilangan jabatanmu. Tapi jikalau guru bilang 3x8=24 adalah benar, si pembeli kainlah yang kalah dan itu berarti akan hilang 1 nyawa. Menurutmu, jabatanmu lebih penting atau kehilangan 1 nyawa yang lebih penting?"

Yan Hui sadar akan kesalahannya dan berkata : "Guru mementingkan yang lebih utama, murid malah berpikir guru sudah tua dan pikun. Murid benar-benar malu."

Sejak itu, kemanapun Confusius pergi Yan Hui selalu mengikutinya.

PESAN:
Hiduplah dengan bijak, karena kebijaksanaan akan membawa kita pada kebahagiaan. Yan Hui mewakili diri kita, adakalanya kita harus mengalah untuk sebuah kebaikan. Mengalah bukan berarti kalah, karena di saat kita mengalah demi kebaikan maka di saat itulah butir-butir kebaikan lainnya akan kita dapatkan. (Sumber : FB Info Dunia)


Senin, 14 Januari 2013

Jawaban Sederhana Seorang Tukang Bakso

Jawaban Sederhana Seorang Tukang Bakso
Ilustrasi
Jawaban Sederhana Seorang Tukang Bakso | Gho Blog's - Di suatu senja sepulang kerja, saya masih berkesempatan untuk ngurus tanaman di depan rumah, setelah hampir satu jam saya membersihkan dan menyirami tanaman, terdengar suara tukang bakso dorong lewat.

Sambil menyeka keringat, saya panggil tukang bakso itu dan saya memesan beberapa mangkok bakso, setelah saya tanya anak-anak juga pada mau makan bakso.

Selesai makan bakso, lalu saya membayarnya, ada satu hal yang menggelitik fikiran saya selama ini ketika saya membayarnya, si tukang bakso memisahkan uang yang diterimanya, di mana yang satu disimpan dilaci, yang satu ke dompet dan yang lainnya disimpan di kaleng bekas kue semacam kencleng, atas rasa penasaran lalu saya bertanya :

"Mas kalau boleh tahu, kenapa uang-uang itu Mas pisahkan, barangkali ada maksud dan tujuan?", kata saya.

Tukang bakso menjawab: "Iya Pak, selama 17 tahun saya menjadi tukang bakso, setiap hari saya selalu memisahkannya, ya tujuannya sederhana saja, saya hanya ingin memisahkan mana yang menjadi hak saya, mana yang menjadi hak orang lain atau tempat ibadah dan mana yang menjadi hak cita-cita penyempurnaan iman".

Mendengar jawaban seorang tukang bakso itu saya benar-benar terkejut dan saya melanjutkan bertanya.

"Maksudnya Mas...?",

Sambil bersandar di tembok pagar rumah saya tukang bakso itu menjawab: "Iya Pak, kan agama dan Allah menganjurkan Kita agar bisa berbagi dengan sesama, dan saya membagi 3, dengan pembagian:
  1. Uang yang masuk ke dompet, artinya untuk memenuhi keperluan hidup sehari-hari saya dan keluarga.
  2. Uang yang masuk ke laci, artinya untuk infaq/sedekah, atau untuk melaksanakan ibadah Qurban, dan Alhamdulillah selama 17 tahun menjadi tukang bakso, saya selalu ikut qurban seekor kambing, meskipun kambingnya yang ukuran sedang saja.
  3. Uang yang masuk ke kencleng, karena saya ingin menyempurnakan agama yang saya pegang yaitu Islam dan Islam mewajibkan kepada umatnya yang mampu untuk melaksanakan ibadah haji dan ibadah haji ini tentu butuh biaya yang besar maka saya berunding dengan istri dan istri menyetujui bahwa disetiap penghasilan harian hasil jualan bakso ini, saya harus menyisihkan
Sebagian penghasilan sebagai tabungan haji, dan insya Allah selama 17 tahun menabung, sekitar 2 tahun lagi saya dan istri akan melaksanakan ibadah haji.

Terus terang sedikitpun saya tidak menyangka akan mendapat jawaban seperti itu dari seorang tukang bakso, hati saya benar-benar sangat tersentak juga tersentuh mendengar jawaban itu. Sungguh sebuah jawaban sederhana yang sangat mulia. Bahkan mungkin kita yang memiliki nasib sedikit lebih baik dari tukang bakso tersebut, belum tentu memiliki Pikiran dan rencana indah dalam hidup seperti itu dan seringkali berlindung di balik kata tidak mampu atau belum ada rezeki.

Terus saya melanjutkan pertanyaan :

"Iya memang itu bagus Mas, tapi kan ibadah haji itu hanya diwajibkan bagi yang mampu, termasuk memiliki kemampuan dalam biaya..." kata saya.

Tukang bakso menjawab: "Itulah sebabnya Pak, saya justru malu kalau bicara soal mampu atau tidak mampu ini, karena definisi mampu itu bukan hak Pak RT atau Pak RW, bukan hak Pak Camat ataupun MUI. Definisi "mampu" adalah sebuah Definisi di mana Kita diberi kebebasan untuk mendefinisikannya sendiri, kalau kita mendefinisikan diri sendiri sebagai orang tidak mampu, maka mungkin selamanya kita akan menjadi manusia tidak mampu, sebaliknya kalau kita mendefinisikan diri sendiri, "mampu", maka insya Allah dengan segala kekuasaan dan kewenangannya, Allah akan memberi kemampuan pada kita".

Subhanallah, betapa mulianya tukang bakso ini, sama sekali saya tidak menyangka akan mendengar sebuah jawaban elegan dari seorang tukang bakso, yang tentunya patut kita semua contoh.



Rabu, 09 Januari 2013

Kisah Nyata : Dari Hot Pants Menjadi Hijab

Kisah Nyata : Dari Hot Pants Menjadi Hijab
Kisah Nyata : Dari Hot Pants Menjadi Hijab | Gho Blog's - 4 April 2010, pada hari itu saya memutuskan memakai hijab. Sekitar 2,5 tahun lalu, dan alhamdulillah sampai sekarang saya tetap istiqomah dan tidak ada keraguan di dalamnya untuk semakin mencintai hijab saya.

Saat ini, kepada kalian semua saya ingin mengungkapkan, "how much I love my hijab". Betapa bangganya saya memakai mahkota ini.

Alasan terbesar saya pada waktu itu memutuskan berhijab yaitu, "aku ingin mengubah hidup dan kehidupanku," dan, "aku ingin merasa berharga dan dihargai".

Tidak ada yang salah pada kehidupanku sebelum memakai hijab. Pada waktu itu, mungkin umurku sekitar 17-18 tahunan, umur di mana seorang anak remaja tengah mencari jati dirinya. Memang benar adanya, aku menemukan suatu pelajaran kehidupan yang sangat luar biasa yang menjadikanku bisa seperti sekarang.

Dulu, betapa bangganya aku pergi dengan celana pendek (hot pants) dan mini dress. Betapa hebatnya aku jika pulang semakin larut malam, dan betapa bisa dibilang "gaulnya" aku mempunyai teman-teman yang rock 'n roll.

Sambil mengetik tulisan baris terakhir ini, aku sambil tersenyum-senyum sendiri mengingat-ingat kebandelan remajaku pada waktu itu. Yang terkadang membuat orang tuaku dag dig dug... hehe..

Semuanya berlalu menjadi kisah lalu.

Untuk yang sering bertanya kepadaku, "waktu itu kamu hijabin hati atau langsung action berhijab, Sa?"

Saya akan menjawab, "aku langsung action memakai, karena berpikiran hijabin hati dulu justru tidak ada. Yang ada dalam pikiranku, aku hanya ingin merasa dihargai dan merubah kehidupanku. Karena jujur saja, pada waktu itu aku sudah merasa risih dengan pandangan lawan jenis terhadapku karena sering memakai pakaian yang kurang bahan."

Untuk yang sering berargumen kepadaku, "aku belum siap Sa pakai hijab. Sholatku saja masih suka bolong-bolong."

Kalian mau dengar ceritaku? Baca dengan hati ya dan jangan lupa tissue-nya.

Long story dimulai ...

Selama 3 hari setelah berhijab, aku sama sekali belum menjalankan sholat 5 waktu (perlu diketahui, sebelum berhijab aku juga masih malas-malasan untuk sholat karena belum sadar sholat itu kewajiban).

Berarti, kalian lebih baik daripada aku. Kalian hanya "bolong-bolong", sedangkan aku "sama sekali". Betapa banyak ya dosaku hehe...

Hari ke-4, hatiku mulai terketuk. Di saat aku bercermin, aku lihat ada selembar kain menutupi kepalaku. Seharusnya, aku pun malu jika kelakuanku "sama saja" sebelum aku menutup auratku.

Oke, perubahan yang harus kulakukan pertama kali adalah "AKU HARUS SHOLAT 5 WAKTU", mau tidak mau harus tidak boleh bolong lagi. Tiga bulan pertama, aku mati-matian belajar sholat 5 waktu dan tidak boleh bolong.

Mau tahu rumus apa yang kugunakan?

Satu kali sholat hanya 5 menit, jika 5x sholat dalam sehari berarti 25 menit. Sedangkan dalam satu hari, kita punya waktu 24 jam. 25 menit dibanding 24 jam tidak ada apa-apanya. Betapa kikirnya kita jika tidak mau ber-"sedekah" 25 menit untuk-Nya.

Got your answer tentang masalah ibadah yang masih bolong-bolong? Jangan bosan membaca dulu ya, aku harap kalian membacanya sampai akhir.

Ternyata semua seperti "setrum" otomatis. Ibadah memang membuat ketagihan. Setelah tiga bulan pertama belajar sholat 5 waktu, aku menemukan keasyikan tersendiri untuk belajar ibadah-ibadah wajib dan sunnah lainnya.

Prosesnya sangat luar biasa, aku hanya bisa berucap, "Subhanallah, sungguh Agung kebesaran-Mu Ya Allah".

Ini mungkin cerita serunya, tapi ada juga yang bertanya kepadaku, "apa rintangan terberatmu saat pertama kali berhijab? Aku masih susah berhijab, lingkungan pergaulanku masih belum mendukung."

Aku jawab ya, tetapi semoga kalian tetap ber-khusnudzon mendengar ceritaku.

"Siapa bilang tidak ada rintangan dalam memutuskan untuk berhijab. Tentunya, pasti ada rintangannya ketika kita memutuskan untuk berjalan di jalan kebaikan.

Rintangan terberatku, pada waktu itu aku pernah di-'judge' tidak pantas memakai hijab oleh beberapa orang yang tidak akan kusebut namanya. Waktu itu batin ikut menangis, entah dosa apa aku ini. Tetapi, sekarang berpikiran itu memang pikulan 'judge' masyarakat, karena aku sendiri yang kadang berpakaian dengan yang mini-mini."

Ada yang kuanggap sebagai rintangan terlucu. Sahabat dekatku sendiri pada waktu itu mencibirku, "Resa.. Resa.. paling kamu ini tahan pakai jilbab cuma seminggu terus lepas lagi!"

Hehe... mungkin kalau sahabatku membaca ini dan melihatku sekarang hanya cengar-cengir. Dan di penghujung ceritaku, alasan paling kuatku untuk tetap mempertahankan mahkota hijabku sampai sekarang... aku pernah bersimpuh maaf di telapak kaki ibuku dan beliau berkata, "Kamu itu 'manequin'-nya Ibu, berpakaianlah yang pantas, maka Ibu akan membanggakanmu". Kata-kata ini luar biasa dan akan selalu terkenang sampai kapan pun.

Untuk Bapak dan Ibuku, terima kasih untuk segalanya yang tidak dapat kusebutkan. Semoga setiap karya sederhanaku akan jadi pemberat timbangan kebaikan kalian di akhirat nanti.. Aamiin. Untuk para sahabat dan teman-temanku, terima kasih untuk pelajaran kehidupannya.

Dan sekarang ...

Untuk yang masih menemui keraguan dalam berhijab: ...

1. Untuk yang masih ragu karena malu akan masa lalunya, Allah tidak pernah tidur, setiap orang punya kisah masa lalu dan harus berlalu, kalian berhak jadi apa pun untuk masa depan kalian;

2. Untuk yang masih ragu ingin berhijab hati dulu sebelum menutup aurat, dengan hijab menutup aurat, insyaAllah hati kalian akan terhijabi secara otomatis;

3. Untuk yang sudah istiqomah berhijab, mari menginsipirasi Muslimah lainnya untuk menjadi "perhiasan" yang sesungguhnya.

Quote: ..

"Jika kamu menginginkan perubahan diri, tetapi lingkungan tidak mendukungmu, maka tinggalkan (untuk sementara) dan kembalilah setelah siap kembali dengan metamorfosismu."

Semoga tulisan saya ini menginspirasi bagi siapa pun yang membacanya, karena sesuai hadist riwayat, "Sebaik-baiknya Muslim adalah yang memberi manfaat untuk Muslim lainnya".

Wassalamu'alaikum wr. wb ..

- Ressa Kusumaningrum -

Jumuah Mubarakah, 24 Agustus 2012

Indonesia, 11.22 WIB

Semoga kita bisa mengambil ibroh dari membaca cerita ini ..

(Sumber : http://zilzaal.blogspot.com)

Jumat, 14 Desember 2012

Keajaiban Hidup

Keajaiban Hidup
Keajaiban Hidup | Gho Blog's - Pada suatu hari sepasang suami isteri sedang makan bersama di rumahnya. Tiba-tiba pintu rumahnya diketuk seorang pengemis. Melihat keadaan pengemis itu, si isteri merasa terharu dan dia bermaksud hendak memberikan sesuatu.

Tetapi sebelumnya sebagai seorang wanita yang patuh kepada suaminya, dia meminta izin terlebih dahulu kepada suaminya, "Suamiku, bolehkah aku memberi makanan kepada pengemis itu ?".

Rupanya suaminya memiliki karakter berbeda dengan wanita itu. Dengan suara lantang dan kasar menjawab, "Tidak usah! usir saja dia, dan tutup kembali pintunya!" Si isteri terpaksa tidak memberikan apa-apa kepada pengemis tadi sehingga dia berlalu dengan kecewa.

Pada suatu hari yang naas, perdagangan lelaki itu jatuh bangkrut. Kekayaannya habis dan ia menderita banyak hutang. Selain itu, karena ketidakcocokan sifat dengan isterinya, rumah tangganya menjadi berantakan sehingga terjadilah perceraian.

Tidak lama sesudahnya bekas isteri yang pailit itu menikah lagi dengan seorang pedagang dikota dan hidup berbahagia. Pada suatu ketika wanita itu sedang makan dengan suaminya (yang baru), tiba-tiba ia mendengar pintu rumahnya diketuk orang. Setelah pintunya dibuka ternyata tamu tak diundang itu adalah seorang pengemis yang sangat mengharukan hati wanita itu. Maka wanita itu berkata kepada suaminya, "Wahai suamiku, bolehkah aku memberikan sesuatu kepada pengemis ini?". Suaminya menjawab, "Berikan makan pengemis itu!".

Setelah memberi makanan kepada pengemis itu isterinya masuk kedalam rumah sambil menangis. Suaminya dengan perasaan heran bertanya kepadanya, "Mengapa engkau menangis? apakah engkau menangis karena aku menyuruhmu memberikan daging ayam kepada pengemis itu?".

Wanita itu menggeleng halus, lalu berkata dengan nada sedih, "Wahai suamiku, aku sedih dengan perjalanan takdir yang sungguh menakjubkan hatiku. Tahukah engkau siapa pengemis yang ada diluar itu ?............ Dia adalah suamiku yang pertama dulu."

Mendengar keterangan isterinya demikian, sang suami sedikit terkejut, tapi segera ia balik bertanya, "Dan, tahukah engkau siapa aku yang kini menjadi suamimu ini?.................. Aku adalah pengemis yang dulu diusirnya!".

Roda hidup selalu berputar. Anda tidak akan pernah tahu posisi Anda akan diatas atau di bawah.

Berikanlah kebahagiaan kepada orang lain selagi Anda mampu melakukannya..